29 Juli 2010

[Share]

"kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah"
Kurasa pepatah itu sampai kapanpun akan selalu benar. Dibahas berkali-kali pun tak ada habisnya.
Pernahkah engkau membayangkan betapa baiknya ibumu?
Ditengah malam yang dingin, engkau saat kecil terbangun dan merasa kelaparan. Engkau kemudian menuju ke lemari malam untuk makan. Tapi engkau tak menemukan lauk apapun, hanya 1 piring nasi yang tersisa. Engkau kemudian pergi ke kamar ibumu dan membangunkan dia.
"bu... Lapar..."
Ibumu tanpa mengeluh telah dibangunkan dari tidur nyenyaknya berkata "sabar, tak gorengin telur ya..."
Tengah malam ia rela dibangunkan dari tidurnya dan memasak hanya untuk buah hatinya tanpa mengeluh sedikit pun. Aku tak tahu apa yang ada dipikirannya dan tak akan pernah tahu karena kelak aku akan menjadi seorang bapak
Permintaan dibuatkan makan malam adalah hal sederhana dan ibu kita mau melakukannya untuk kita. Bagaimana jika hal mendesak?
Bagaimana dengan balasan kita terhadap ibu?
Ibu jarang atau bahkan tidak pernah minta hal-hal yang besar. Ia hanya minta kita untuk melakukan hal-hal kecil dan sederhana.
"nak, nanti jemurannya diangkat ya?"
"nak, sampahnya dibuang ya?"
Padahal kita sedang senggang tapi kita malah malas untuk mengerjakannya. Kita bahkan tanpa segan-segan mengatakan "ah... Malas". Apa anda sadar kata "ah... Malas" itu sudah menyakiti ibu anda?
Beruntunglah anda jika anda termasuk anak yang rajin. Ketika ibu meminta melakukan sesuatu, anda langsung mengerjakannya. Hal itu merupakan salah satu hal yang membuat ibu kita bahagia.
Jika ingin berbakti pada ibu, mulailah dari hal-hal yang paling sederhana dulu. Karena hal-hal besar berawal dari hal-hal kecil yang sederhana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About Me

Foto saya
Godean City, Jogjakarta, Indonesia
Kita tidak akan bisa bila kita tidak mencoba, kayak blogger ini. Awalnya kupikir sulit, tapi setelah dicoba ternyata lumayan mudah dan menyenangkan.